Hamparan Perak (Humas) MTs Negeri 3 Deli Serdang menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertema Study Analisis Antara Teori dan Praktik yang Cinta Lingkungan dan sesama manusia pada Rabu(15/07/2026) sebagai upaya memperkuat pemahaman guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. Kegiatan ini menjadi ruang pengembangan kompetensi pendidik agar implementasi kurikulum dapat diterapkan secara terarah dalam proses belajar di madrasah.
Workshop dibuka Kepala Madrasah yang diwakili oleh Ka.TU Dra.Hj.Siti Hamidah Siregar diikuti guru serta tenaga kependidikan MTsN 3 Deli Serdang dengan pemateri dari pengawas madrasah Elfi Khairani Nasution, S.Ag,M.Hum.
Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan mengenai konsep Kurikulum Berbasis Cinta, analisis penerapan dalam pembelajaran, serta langkah praktis untuk mengintegrasikan nilai kepedulian, keteladanan, dan penguatan karakter di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Elfi Khairani Nasution,S.Ag,M.Hum menyampaikan bahwa madrasah memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
“Kurikulum Berbasis Cinta perlu dipahami secara utuh, baik dari sisi teori maupun praktik. Guru memiliki peran penting dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik,” ujarnya.
Kepala MTs Negeri 3 Deli Serdang Hamparan Perak Ramli, S.Ag., M.Pd menyampaikan bahwa workshop menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat kapasitas guru untuk mengintegrasikan nilai akhlak, kepedulian sosial, dan budaya saling menghargai dalam kegiatan pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 3 Deli Serdang terus mendorong penguatan kualitas pendidikan melalui pembelajaran yang mendukung perkembangan akademik sekaligus pembentukan karakter peserta didik. Kurikulum Berbasis Cinta adalah upaya mengembalikan ruh pendidikan kepada nilai-nilai kemanusiaan. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga penumbuh jiwa, penggerak hati, dan penanam nilai,” tegas Ramli.
Ia menambahkan, guru harus menjadi pelaku perubahan di ruang kelas. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, melainkan dari kemampuan peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang utuh dan cerdas secara intelektual, lembut dalam rasa, dan kuat dalam karakter.
“Madrasah harus menjadi tempat yang menumbuhkan cinta; cinta kepada Tuhan, cinta kepada sesama, dan cinta kepada ilmu. Dari cinta itulah lahir pembelajaran yang bermakna dan mendalam,” ujarnya penuh semangat.
Melalui workshop ini, guru-guru MTsN 3 Deli Serdang diharapkan mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang menyeimbangkan aspek kognitif dengan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan cinta kasih. Kegiatan ini menjadi langkah nyata madrasah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, berkarakter, dan memanusiakan manusia melalui nilai-nilai cinta.